...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H.... Mohon maaf lahir dan batin...

Rabu, 14 Januari 2015

Jeruk Keprok (Citrus reticulsta)

Jeruk Keprok (Citrus reticulata)

Gambar 1. Buah Jeruk Keprok
gambar 2. tanaman jeruk keprok

a.Morfologi tumbuhan
Tumbuhan ini merupakan jenis pohon dengan tinggi 2-8 meter. Tangkai daun bersayap sangat sempit sampai boleh dikatakan tidak bersayap, panjang 0,5-1,5 cm. Helaian daun berbentuk bulat telur memanjang, elliptis atau berbentuk lanset dengan ujung tumpul, melekuk ke dalam sedikit, tepinya bergerigi beringgit sangat lemah dengan panjang 3,5-8 cm. Bunganya mempunyai diameter 1,5-2,5 cm, berkelamin dua daun mahkotanya putih. Buahnya berbentuk bola tertekan dengan panjang 5-8 cm, tebal kulitnya 0,2-0,3 cm dan daging buahnya berwarna oranye. Rantingnya tidak berduri dan tangkai daunnya selebar 1-1,5 mm (Van Steenis, 1975)

b.Klasifikasi tumbuhan
Klasifikasi Citrus reticulata. dalam sistematika tumbuhan (Van Steenis, 1975)
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Rutales
Familia : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus reticulata

c.Nama tanaman
Nama latin : Citrus reticulata
Sinonim : Citrus nobilis, C. deliciosa, C. chrysocarpa
Nama lokal : jeruk Keprok, jeruk Jepun, jeruk Maseh
(Verheij dan Coronel, 1992)

d.Kandungan Kimia dan Manfaat Tanaman
Kulit jeruk Citrus reticulata mempunyai beebagai macam senyawa diantaranya Tangeraxanthin, Tangeritin, Terpinen-4-ol, Terpineolene, Tetradecanal, Threonine, Thymol, Thymyl- methyl-ether, Tryptophan, Tyrosine, Nobiletin, Cis-3-hexenol, Cis-carveol, Citric-acid, Citronellal, Citronellic-acid, Citronellyl-acetate, Cystine, Decanal, Decanoic- acid, Decanol. Senyawa dalam kulit jeruk Keprok (Citrus reticulata) yang telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antikankernya adalah tangeritin dan nobiletin. Tangeritin merupakan senyawa methoxyflavone yang mempunyai potensi sebagai agen antikanker. Pada penelitian secara invitro menunjukkan peniadaan terhadap sel kanker dengan menginduksi apoptosis pada sel leukemia. Tangeritin dapat menghambat aktivitas sel kanker pada fase G1 sehingga siklus selnya terhambat(Anonim4, 2006). Pan dkk., (2002) melaporkan bahwa polimetoksi flavonoid (tangeretin) yang terdapat pada kulit jeruk, dapat menginduksi G1 arrest dengan adanya peningkatan ekspresi CDK inhibitors seperti p27, p21 pada colon cacer cell line (COLO 205)

gambar 3. Struktur kimia Nobiletin
gambar 4. Struktur Tangeritin

Nobiletin merupakan senyawa polymethoxyflavon yang pertama kali di uji aktivitas antikanker secara in vivo (Tang et al, 2007). Nobiletin dapat menghambat kerja COX-2 dengan cara inhibisi pada murine macrophage dan dapat menghambat induksi kanker kulit oleh dimethylbenz[a]antracen (Murakami et al, 2000). Pada penelitian yang sama melaporkan nobiletin juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostate dengan nilai IC50 100 μM. Nobiletin dan menginduksi Cells arrest. Pada sel kanker payudara dan colorectal carcinoma, Tangeretin memiliki IC50 37 uM dan IC50 100 uM sedangkan Nobiletin, efek antiproliferatif pada sel kanker yang sama menunjukan aktivitas yang lebih tinggi dengan IC50 30 uM dan IC50 40 uM (Morley, 2007).

e.Habitat dan penyebaran
Merupakan tanaman asli Melayu tetapi sekarang penyebarannya sangat luas hampir disemua daerah tropis dan subtropis di dunia. Temperatur optimal antara 25-30 oC namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 oC. Jeruk keprok memerlukan temperatur 20oC. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80% (Rahardi dkk.,1999).


Daftar pustaka
Van Steenis, C.G., 1975, Flora Voor de Scholen in Indonesie, diterjemahkan oleh Sorjowinoto, M., edisi VI, PT. Pradnya Paramitha, Jakarta.
Kontributor : Perdana Adhi Nugroho,Diah Ayu Putri K.W., Andita Pra Darma dan Endang Sulistyorini S.P


Sumber :  http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=177

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar