...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H.... Mohon maaf lahir dan batin...

Rabu, 30 Mei 2012

Bisnis bibit jeruk keprok tak membikin kapok

Bisnis bibit jeruk keprok tak membikin kapok


Pohon jeruk keprok terbilang produktif. Dalam setahun petani bisa memanen tiga kali. Makanya banyak petani tergiur mengembangkan komoditas ini. Alhasil, penjualan bibit jeruk keprok pun laris manis. Salah satu sentra bibit jeruk keprok tersebut bisa ditemukan di Purworejo, Jawa Tengah.

Seperti rasa buahnya, bisnis bibit jeruk keprok ternyata lumayan manis. Bibit pohon jeruk keprok digemari karena hanya butuh waktu dua tahun untuk berbuah. Alhasil, permintaan bibit jeruk keprok pun melimpah.

Anda bisa mendapatkan bibit jeruk keprok dari Purworejo, Jawa Tengah. Di daerah ini, banyak dijumpai penjual bibit jeruk keprok.

Salah satunya, Suroyoh Edi Saputro. Pria asal Desa Pacitan, Purworejo mengungkapkan, setelah bibit ditanam, dalam dua tahun pohon sudah berbuah. "Dan dalam setahun bisa tiga sampai empat kali panen," ujar Suroyoh.

Dia bilang, penjualan bibit jeruk keprok terbilang laris lantaran usia produktif pohon jeruk jenis ini hanya tujuh tahun. Setiap bulan Suroyoh mengaku bisa menjual 10.000 bibit pohon jeruk keprok. "Biasanya untuk menanam 10.000 bibit diperlukan lahan 480 meter persegi," katanya.

Saat ini harga bibit jeruk keprok per batang untuk ukuran 30 centimeter (cm) bisa Rp 2.500 per batang. Sementara untuk ukuran 60 cm harganya bisa Rp 3.500 - Rp 4.000 per batang. "Saya bisa menjual 10.000 bibit dengan omzet kira-kira Rp 50 juta per bulan dan laba bersihnya sekitar 10%," ungkapnya.

Suroyoh mengungkapkan, pembeli bibit ini bukan saja datang dari wilayah Purworejo saja. Justru kebanyakan datang dari petani di Kalimantan dan Sumatera. Menurutnya, bisnis bibit ini sangat menjanjikan lantaran belum banyak daerah di luar Jawa yang mengembangkan bibit jenis ini. Sehingga petani di sana selalu membeli bibit ke daerah Purworejo.

Jeruk keprok disukai petani karena pohonnya sangat produktif. Pada tahun pertama berbuah, satu pohon bisa menghasilkan buah seberat 5 kilogram (kg) saat panen. Tahun kedua dan hingga tahun ketujuh, satu pohon bisa menghasilkan 15 kg hingga 20 kg. "Keunggulan jeruk ini adalah buahnya lebih manis dan lebih besar daripada jeruk biasa," imbuh Suroyoh berpromosi.

Eko Marwanto, pemilik CV Mitra Bibit (pembibit jeruk keprok) di Karangduwur, Purworejo juga ketiban rezeki besar dari bisnis ini. Dia bilang, selain membibit sendiri, ia juga menerima pasokan bibit dari beberapa petani di sekitar Purworejo. Juragan bibit ini dalam sebulan bisa menjual 20.000 bibit jeruk keprok. "Omzet lebih dari Rp 100 juta per bulan dengan laba 20%," imbuh Eko.

Eko melempar bibit jeruk keprok tersebut ke sejumlah daerah di Jawa. Ia mengaku, bibit yang dijualnya termasuk pilihan. Ia memilih biji jeruk yang baik untuk bibit jeruk keprok. "Kami membeli biji jeruk keprok dari daerah Purworejo juga," tuturnya.

Saat ini, harga biji jeruk keprok bisa mencapai Rp 400.000 per kilogram.
http://www.kontan.co.id
Sumber : http://pertanianjanabadra.webs.com/apps/blog/show/12022812-bisnis-bibit-jeruk-keprok-tak-membikin-kapok

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar