...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H.... Mohon maaf lahir dan batin...

Kamis, 31 Mei 2012

Jeruk Santang dan Imlek

Jeruk Santang dan Imlek



Hari raya Imlek atau konyen akan berlangsung 23 Januari 2012. Namun tanda-tandanya sudah mulai terlihat dengan kehadiran jeruk Santang di pasar dan toko-toko buah. Butir-butiran jeruk mungil dengan rasa yang manis ini salah satu pelengkap dalam perayaan Imlek selain kue keranjang, ikan bandeng dan buah naga. Imlek adalah perayaan tentang kemakmuran dan harapan baik. Maka jeruk yang disajikan harus dengan daunnya yang melambangkan doa bahwa kemakmuran tersebut semoga tumbuh terus menerus.

Keranjang jeruk santang segar diatas saya temukan tadi pagi di Pasar Segar Graha Bintaro – Tangerang. Harganya Rp. 18.000/Kg. Datang dari tempat jauh seperti Hongkong, Taiwan dan China.

Keterkejutan saya sudah lama hilang bahwa makanan impor sudah merasuk ke pasar-pasar tradisional dan warung-warung kecil di pedesaan. Seseorang atau beberapa orang pemegang kekuasaan yang entah karena gobloknya atau karena luasnya wawasan mereka tak melihat ada bahaya pada pertanian dalam negeri dengan ikutan masuk pada kebijakan  pasar bebas dengan membuka kran impor tanpa tedeng aling-aling.

Namun sudahlah semua telah terjadi. Bukan kapasitas saya pula untuk sok tahu mengkritik AFTA, CAFTA dan semacamnya. Yang jelas basis produksi besar-besaran jeruk santang terletak di Kabupaten Guangning, sebuah provinsi di Guangdong, Cina Selatan. Kondisi tanahnya yang unik yang memungkinkan jeruk ini tumbuh subur membuat Guangning sering disebut sebagai “Negeri Jeruk Santang”.

Jeruk santang sudah muncul di Cina sejak 400 tahun yang lalu. Mungkin karena bentuknya yang unik, rasanya yang manis dan warna oranye cemerlang, hasil kebun ini masuk ke wilayah religi sebagai simbol kemakmuran . Bahkan pada  Dinasti Ming (tahun 1573-1619), jeruk Santang ditunjuk sebagai salah satu upeti rakyat kepada  kerajaan.

Jeruk santang sendiri punya banyak khasiat. Digunakan orang untuk merawat kecantikan dan meningkatkan kesehatan. Mengkonsumsi lebih sering jeruk yang kulitnya amat getas ini bisa mencegah pengerasan arteri pembuluh darah, menurunkan kolesterol, memecah lemak, mengurani akumulasi logam non-ferrous dalam tubuh serta  membantu mencegah penyakit kanker.

Salam,



 
Sumber : https://jurnaltransformasiku.wordpress.com/2011/11/15/jeruk-santang-dan-imlek/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar